This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 Oktober 2010

LAKI-LAKI ITU AYAHKU

Ayah

Ayah…
Bagiku seorang yang namanya jarang kusebut. Mengapa? Sebab bagiku, sosok seorang ayah itu tidak memberi definisi apa-apa dalam kehidupanku.

Seseorang yang hampir dikatakan tidak ada rasa kepedulian terhadap anaknya. Entah mengapa begitu dingin seorang yang dinamakan ‘Ayah’ itu.

Bila ditanya, siapakah orang yang paling aku sayang di dunia ini… jawabannya tentulah ibuku. Karena bagiku, sosok ibulah yang paling berperan penting dalam kehidupanku selama ini.

Entah seperti anak-anak lainnya atau tidak.. tapi yang pasti, aku kurang merasakan peran seorang ayah. Ia sering pulang malam, dan ketika sampai rumah pun.. tidak ada kehangatan yang diberikan olehnya.

Sosok yang membuatku geram dan akhirnya tidak ada penghormatan sama sekali padanya. Saat itu ku ingat pasti tatkala usiaku beranjak 9 tahun, aku pernah mencemoohnya dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan seorang anak pada ayahnya. Hanya karena keinginanku tidak bisa dipenuhi olehnya. Aku hanya berfikir, bahwa kalau sudah tidak mendapat perhatian darinya, paling tidak bentuk perhatian itu bisa tergantikan dengan terpenuhinya kebutuhanku. Minta dibelikan mainan, baju baru dan sebagainya. Namun ternyata itu nihil semua.

Semakin jengkel lah aku, bahkan aku tidak ingin dikecup keningnya oleh orang yang dinamakan ayah tersebut pada saat syukuran sederhana di hari ulang tahunku.

Beranjaknya usia, ketika saat itu aku masuk Sekolah Menengah Pertama… itulah pertama kalinya sejarah dalam hidupku, peran orang tua khususnya ayah sangat berarti besar. Betapa paniknya aku, ketika pulang sekolah rok biru seragamku basah oleh cairan yang berwarna merah. Aku pun kaget dan panik luar biasa, padahal saat itu ibuku tengah naik haji ke tanah suci bersama nenekku. Yang ada di rumah, hanyalah aku bersama adik dan sosok yang dinamakan ‘Ayah’.

Ia lah yang menyambutku, tatkala aku menangis tersedu-sedu sampai rumah dalam keadaan sedih dan karena ditambah dengan perutku yang sakitnya luar biasa.

Aku malu. Lalu aku masuk kamar tanpa berkata apa-apa terhadap ayahku. Ia menyusul ke kamarku dan menanyakan apa yang terjadi, lalu aku pun luluh dan mau menjelaskan keadaanku padanya saat itu.

Ayahku tersenyum dan berkata, “Gak apa-apa, ini pertanda anak gadis ayah sudah dewasa. Kamu sudah mendapat tamu bulanan. Nanti ya ayah belikan pembalut dulu.”.

Degg… hatiku teriris dengan kata-kata lembut darinya. Ohh Tuhan, di saat kritis dan aku tidak tahu harus berbuat apa, justru ialah yang hadir menemaniku. Ialah yang menenangkanku disaat kondisiku seperti itu, tanpa hadirnya peran ibu disampingku.

Semakin tersadar, ayahku mempunyai peran berarti dalam hidupku. Tidak hanya ibuku. Ialah sosok yang hebat itu, sosok yang hadir disaat aku membutuhkannya.

Pun saat aku menginjak usia dewasa, aku semakin mengerti arti dari hadirnya seorang ayah. Aku melihat beban berat sedang ditanggungnya. Aku melihat segala hal yang menjadi kebutuhanku perlahan terpenuhi.. Satu per satu bisa aku dapatkan. Bersama itu pula satu per satu uban putih muncul diantara rerimbunan rambut ayahku.

Ya. Semakin hari aku tersadar, banyak perubahan yang terjadi pada diri ayahku.. Warna rambutnya yang berubah, kerutan di wajahnya yang tidak lagi tersembunyi dan itu membuatku semakin yakin, bahwa ayahku tengah berjuang keras dalam membahagiakan keluarganya. Seperti tatkala ia telat pulang kerja malam hari karena ada rapat di kantornya, ia selalu membawakan kami makanan yang bersisa dari rapat di kantornya. Melihat wajahnya yang sumringah benar-benar menandakan rasa senangnya ketika bisa membawakan makan malam untuk anak serta istrinya.



Begitulah ayahku… Ialah yang selalu mengajarkan padaku untuk hidup apa adanya. Kadang hal ini membuatku jengkel karena kita selalu berbeda pendapat. Seperti ketika aku sibuk mengurusi acara di kampusku, kemudian membuatku jadi kecapaian dan ayahku saat itu berkata, “Makanya jangan terlalu aktif mbak. Kesehatanmu juga kan harus diperhatikan.” Hal itu memicuku untuk balas mengatakan, “Ahh yang seperti ini biasa, ayah gak ngerti sih kalau ini sebuah perjuangan dan setiap perjuangan tentu harus ada pengorbanan yang diberikan” ucapku sambil ngeloyor pergi.

Sikapku memang dapat dikatakan tidak sopan terhadap ayah. Mungkin karena perbedaan pola pikir kita. Namun satu hal yang aku pahami, bahwa ayahku hanya ingin anaknya selalu berada dalam keadaan yang baik-baik saja. Cukup.

Suatu hari, ayahku pulang kerja dengan wajah lesu dan nampak terbatuk-batuk terus tiada henti. Hatiku miris melihat perubahan kondisi tubuhnya. Ia mulai lemah, ia mulai mudah terkena penyakit. Aku melihat di wajahnya penuh keletihan teramat sangat. Duhai ayah! Rasanya ingin sekali aku membantu mengurangi segala kepenatanmu. Namun apa daya, saat itu aku belum bisa membantu banyak kecuali semakin tersadar untuk selalu berbuat baik dan berbakti lebih dalam lagi demi membuktikan rasa kasih sayangku padanya.

Aku dan ibuku mencoba mengajaknya untuk pergi bekam –pengobatan secara islami. Ya. Itulah rutinitas yang biasa dilakukan oleh aku dan ibuku jika kondisi tubuh kami dalam keadaan tidak sehat. Seperti biasanya, ayahku menolak mentah-mentah ajakan kami, dengan rasa ketidakpercayaannya pada pengobatan islami seperti itu. Bahkan di ajak berobat ke dokter pun, ayahku juga menolaknya. Tidak habis pikir mengapa ia tidak mau sama sekali pergi berobat. Sampai suatu saat aku mengintipnya di kamar tidurnya tengah menghitung beberapa lembaran uang berwarna merah yang sedang di tempatkan ke dalam beberapa pos amplop yang berada di sisinya.

Aku mengambil kesimpulan bahwa ayahku tidak mau pergi berobat karena berfikir uangnya sayang jika dikeluarkan untuk berobat sedangkan pos pengeluaran kebutuhan kami banyak sekali.
Rasanya sedih sekali. Begitu besar kasih sayangnya pada keluarga kami.. Sampai-sampai ia rela menyimpan rasa sakitnya demi memenuhi kebutuhan anak istrinya, demi membahagiakan kami.

Duhai Allah. Apa yang bisa kuperbuat untuk sedikit meringankan bebannya? Bola matanya yang tidak lagi bersinar terang, wajahnya yang tampak lesu, kerutan pun mulai ku lihat dengan jelas. Itu semua cukup menjadi bukti, ia tengah berjuang memberikan segala yang terbaik bagi keluarganya.

Aku menyesal sekali, mengingat apa yang dulu pernah kulakukan padanya. Tidak ada penghormatan sama sekali, tidak ada rasa kasih sayang dariku padanya. Sungguh aku menyesal.

Semakin dalam lagi aku merenung, hingga aku berusaha mencoba mencari penghasilan demi sedikit meringankan bebannya. Aku ingin hidup mandiri… Aku ingin bisa mengurangi segala keletihannya dalam menafkahi kami.

Akhirnya aku bisa mewujudkan hal itu. Perlahan aku bisa memenuhi kebutuhanku dengan uang yang bisa kuperoleh sendiri. Ada suatu kebanggaan bagiku, bisa membantu meringankan beban ayahku. Dan sinarnya kembali muncul… Sinar seorang ayah yang hampir redup. Dan semua itu karena kita saling membahu. Ya. Demi kebahagiaan kita bersama.

Suatu saat di kampusku diadakan seminar tentang peran keluarga dalam menghasilkan anak yang berkualitas. Banyak sekali poin penting yang aku dapatkan dan dicerna dengan baik. Berikut ada kata-kata dari sang pemateri yang bagiku sangat bermakna sekali.

“Betapa peran sang ayah tidak jauh lebih penting dibandingkan peran ibu. Ketahuilah, laki-laki diciptakan sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. Diciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. Diberikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. Diberikan keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya. Diberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. Diberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya serta hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara. Diberikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi. Diberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & tubuhnya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. Diberikan kepada laki-laki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di dunia & akhirat."

Subhanallah, tersentuh sekali dengan kata-kata pemateri tersebut. Batinku pun tanpa ragu mengiyakan segala perkataan pemateri mengenai peran seorang laki-laki yang menjadi suami serta ayah dalam sebuah keluarga.

Aku tahu. Bahwa selama ini segala peringatan darinya, segala bentuk perhatian yang ada meski sebenarnya justru aku tidak merasa mendapatkan hal itu merupakan bentuk kasih sayang darinya. Ya. Karena ia adalah seorang laki-laki yang berbeda dengan wanita dalam mengapresiasikan bentuk kasih sayang terhadap keluarganya.

Tuhan. Mengapa aku baru menyadari hal ini? Mengapa setelah uban putih di rambutnya tumbuh dengan lebat, aku baru menyesali. Mengapa sikapku tidak mencerminkan sama sekali sebagai seorang anak yang berbakti. Ohh, hanya penyesalan yang datang menghampiri.

Akankah aku bisa selalu bersamanya hingga akhir hayatku kelak? Tidak terasa bulir air mata ini menetes dari kelopak mata. Berbeda dengan ayahku, aku tahu meski tangisnya tersembunyi, pastilah ia menangis di dalam hatinya ketika aku sakit dan terbaring lemah. Aku tahu ia mencoba tetap tegar melihat putri kesayangannya ini jatuh sakit.

Karena ayahku adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika ia tidak kuat untuk tidak menangis. Ia harus terlihat tegas bahkan saat ia ingin memanjakanku.

Ayahku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, dan tidak tergantung pada siapapun tapi selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayahku pernah berkata “Ayah akan selalu memelihara janggut, meski telah memutih,
agar kamu bisa ‘melihat’ para malaikat bergelantungan disini dan agar kamu selalu bisa mengenali ayah.”

Dan ayah juga penah berpesan: "Mbak, jangan cengeng ya meski kamu ini adalah seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecil ayah dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Seorang laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kamu gantikan posisi Ayah di hatimu."

Ohh ayah. Baru aku meyakini, bahwa betapa beruntungnya aku memiliki ayah sepertimu. Ayah terbaik sepanjang perjalanan hidupku. Seorang ayah yang memberi banyak pelajaran kehidupan.

Ayah..
Namamu kan selalu terpatri.
Meski sedikit perhatian yang tercurah.
Bagiku sudah sangat berarti.

Ketika peluhmu mengalir.
Yang begitu agung, maka..
Tercucilah rindu.
Pada alunan kata yang sejuk.

Terima kasih ayahku. Untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tidak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tetes ‘air mata laki-laki’ yang begitu mahal ketika kau mengkhawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Sungguh tidak akan pernah bisa terbalas segalanya. Dan aku mencintaimu karena-Nya.

Rabu, 20 Oktober 2010

Pesona di Alam Raya_oleh Harun Yahya

 RANCANGAN PARU-PARU YANG MENGESANKAN
Paru-paru Anda adalah organ yang menyesuaikan dirinya berdasarkan gerakan Anda. Bila Anda berlari, paru-paru bekerja lebih cepat dan memenuhi kebutuhan oksigen Anda yang meningkat, sementara itu paru-paru bekerja lebih lambat bila Anda sedang santai, tetapi paru-paru tidak pernah berhenti. Sepanjang hidup Anda, paru-paru terus-menerus bekerja seperti pompa udara. Paru-paru memompa udara keluar-masuk. Sambil melakukan ini, paru-paru bekerja selaras dengan bagian-bagian lain dari sistem pernafasan karena, untuk bernafas, paru-paru saja tidak cukup. Seseorang membutuhkan kekuatan dari luar agar paru-paru dapat bekerja. Kekuatan ini berasal dari otot yang terletak di antara tulang rusuk dan diafragma, tepat di bawah rangka tulang rusuk.
Perhatikan diri Anda saat bernafas. Anda akan melihat bahwa rusuk Anda mengembang. Pada saat itu, diafragma di bawah paru-paru mengembang ke bawah dan paru-paru membesar. Paru-paru menarik udara dari batang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Sewaktu paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara kecil-kecil terdorong ke luar melalui batang tenggorokan.

Berlari, tertawa, berjalan, berbaring… Anda melakukan gerakan-gerakan ini tanpa berpikir, namun selama berlangsungnya semua gerakan ini, sistem pengendali pernafasan otomatis bekerja di dalam paru-paru Anda; proses ini menentukan kebutuhan oksigen tubuh Anda. Selama bergerak, kegiatan sel tubuh meningkat dan sel memakai daya dan tenaga yang lebih banyak. Karena itulah, sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh memerlukan oksigen lebih banyak dari biasanya. Selain peningkatan kebutuhan oksigen, karbondioksida yang dihasilkan sel harus segera dibuang dari tubuh. Jika peningkatan kebutuhan oksigen tidak dipenuhi, seluruh tubuh akan menderita. Akibatnya, pernafasan meningkat. Dengan kata lain, paru-paru bekerja lebih cepat.


Keadaan yang sangat penting ini sekali lagi diwujudkan melalui sebuah sistem yang ajaib. Wilayah yang disebut “batang otak” mengandung reseptor (alat penerima sinyal) yang terus-menerus mengendalikan kadar karbondioksida di dalam darah. Jika kadar karbondioksida menjadi terlalu tinggi, reseptor di batang otak memberi sinyal kepada pusat pernafasan untuk meningkatkan laju dan kedalaman bernafas. Selain batang otak, ada pula berbagai reseptor di dalam paru-paru yang mengubah proses pernafasan. Reseptor ini bereaksi bila paru-paru dan dinding dada membesar akibat tekanan dari dalam, sedemikian rupa sehingga mencegah penghirupan nafas. Dalam hal ini, reseptor mengirimkan sinyal kepada pusat pernafasan untuk menurunkan kedalaman pernafasan. Proses ini diulangi setiap hari, setiap detik, dan setiap saat tanpa pernah berhenti.


Sudah jelas tidak mungkin untuk menyatakan bahwa sistem ini, yang terdiri dari berbagai keseimbangan yang saling melengkapi satu sama lain, muncul dengan sendirinya sebagai akibat dari kebetulan tak sengaja semata. Sistem pernafasan tubuh manusia hanyalah salah satu contoh seni mencipta Allah.
PUSAT KENDALI: OTAK
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. Adz Dzaariyaat, 51: 20-21)
Otak manusia memiliki sistem yang dapat menjalankan beberapa tugas sekaligus pada saat bersamaan. Misalnya, karena struktur otak yang sempurna, seseorang, saat mengendarai mobil, dapat sekaligus menyetel radionya dan memutar kemudi dengan mudah. Walaupun dia melakukan sejumlah hal berbeda pada waktu bersamaan, dia tidak menabrak mobil atau orang lain. Selain itu, dia dapat mengoperasikan pedal gas dengan kakinya. Dia dapat memahami berita yang didengarnya dari radio. Dia dapat menyambung kembali pembicaraannya dari tempat pembicaraan itu terhenti. Dan, yang terpenting, dia dapat mengatur semua hal ini secara sempurna, pada waktu yang bersamaan. Singkatnya, dengan kemampuan otak manusia yang luar biasa, orang dapat menangani berbagai hal sekaligus. Keselarasan ini dimungkinkan oleh adanya hubungan antar sel saraf di dalam otak.

Berjuta-juta, bahkan bermiliar-miliar, rangsangan yang sampai ke otak dari dunia luar diuraikan di dalam otak dengan selaras, lalu diperiksa dan dinilai. Otak kemudian memberikan tanggapan kepada setiap sumber rangsangan. Operasi sistem yang rumit ini terus berfungsi dalam kehidupan seseorang tanpa berhenti. Dengan begitu, kita melihat, mendengar, merasakan, dan kehidupan kita pun terus berlangsung.


Salah satu unsur terpenting yang menyusun sistem sempurna di dalam otak adalah sel-sel saraf, yang berjumlah sekitar 10 miliar.44 Sel-sel saraf otak, tidak seperti sel-sel lainnya, mengirimkan dan mengolah informasi dengan cara menciptakan dan menyalurkan arus listrik lemah.

Gaya yang menyebabkan terjadinya hubungan di antara sel-sel dan, karenanya, menghasilkan keselarasan di dalam otak, terdapat di dalam struktur khusus pada sel saraf. Sekitar 10 miliar sel di dalam otak memiliki sekitar 120 triliun hubungan. Dan 120 triliun jaringan ini benar-benar berada di tempat yang tepat. Jika salah satu jaringan terletak di tempat yang salah, akibatnya akan sangat berat. Bila demikian, orang sebenarnya jadi tidak mungkin menjalankan fungsi vitalnya. Namun hal seperti ini tidak terjadi, dan manusia, kecuali saat sakit yang sangat parah, menjalani kehidupan dengan sangat alami, sementara dalam kenyataannya, ada bertriliun-triliun proses ajaib yang berlangsung di balik semua yang tampak ini.


Struktur yang bekerja saling terkait di dalam otak ini, seperti juga sistem-sistem lainnya dalam tubuh manusia, memiliki rancangan sempurna di setiap tahap. Kenyataan bahwa otak dapat menjalankan berjuta fungsinya tanpa kesalahan atau kekacauan menjadi bukti bahwa Allah, Pemilik kebijaksanaan tanpa batas, telah menciptakannya dilengkapi semua ciri-cirinya yang khas.
PEMBAWA PESAN DI TUBUH MANUSIA: SISTEM HORMON
Saat Anda membaca halaman ini, proses-proses yang tidak terhitung banyaknya sedang berlangsung di dalam tubuh Anda tanpa kesulitan apa pun, dan kesibukan rumit yang sebenarnya terjadi tidak Anda rasakan sedikit pun. Jumlah detak jantung Anda setiap detik, laju kalsium di tulang Anda, kadar gula di dalam darah Anda, jumlah air yang disaring ginjal setiap menit dan berbagai hal-hal rinci lainnya, terjadi sebagai hasil karya yang selaras-sejalan dari sel-sel di tubuh Anda. Tidak hanya seratus, seribu atau sejuta jumlahnya; ada sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh Anda. Lalu, bagaimana keselarasan di antara sejumlah sel ini dapat berlangsung? Jawabannya adalah berkat sistem hormon tubuh Anda.

Kelenjar bawah-otak atau kelenjar lendir (pituitary gland) yang berukuran sebesar kacang polong berfungsi mengendalikan dan menyesuaikan produksi berbagai hormon di dalam tubuh. Kelenjar ini juga mengawasi dan mengatur kelenjar-kelenjar lainnya serta mengendalikan kadar hormon. Kelenjar ini bekerja di bawah kendali wilayah otak yang disebut “hipotalamus.” Kelenjar lendir tampak seperti sepotong daging. Kelenjar ini dapat mengetahui, berdasarkan data dari hipotalamus, hal yang dibutuhkan dalam setiap keadaan. Kelenjar ini menentukan sel khusus mana pada organ khusus apa yang perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan ini, mekanisme kimiawi sel-sel ini, struktur fisiknya, bahan yang perlu diproduksi dan kapan produksi ini harus dihentikan. Selain itu, melalui sistem komunikasi yang amat khusus, kelenjar ini memberikan perintah kepada semua unit agar kebutuhan ini dipenuhi.


Misalnya, tubuh manusia masih terus berkembang sampai akhir masa remaja. Bertriliun-triliun sel berlipat ganda dengan membelah diri, sehingga pertumbuhan jaringan dan organ dapat disempurnakan. Saat ukuran tertentu dicapai, aktivitas pertumbuhan di dalam organ terhenti. Kelenjar lendir inilah yang merasakan sampai kapan kita butuh tumbuh dan yang menghentikan pertumbuhan bila kita sudah mencapai ukuran yang sesuai. Kelenjar lendir, pada saat yang sama, juga menyesuaikan metabolisme zat tepung dan lemak di dalam tubuh. Bila diperlukan, kelenjar ini meningkatkan produksi protein di dalam sel.


Jika Anda merasa pusing atau mengalami kesedihan, Anda hanya perlu beristirahat sebentar dan kesedihan Anda seharusnya menghilang. Jika penyebab kesedihan ini adalah turunnya tekanan darah Anda, kelenjar lendir akan segera bereaksi. Molekul-molekul yang dikeluarkan oleh kelenjar lendir menyebabkan otot-otot di sekitar pembuluh balik (vena) mengalami kontraksi (mengerut). Kontraksi berjuta-juta otot dan penyempitan pembuluh vena meningkatkan tekanan darah sehingga Anda merasa lebih tenang.


Kelenjar lendir hanyalah salah satu dari beberapa wilayah yang mengeluarkan sejumlah hormon sekaligus. Selain itu, wilayah seperti kelenjar thyroid, kelenjar parathyroid, kelenjar adrenalin, pankreas, indung telur dan testis mengeluarkan hormon yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan. Jika terjadi kehilangan atau kesalahan fungsi di dalam salah satu wilayah ini, kehidupan tidak mungkin berlanjut. Sistem hormonal, seperti sistem-sistem lainnya di dalam tubuh, bekerja dalam keselarasan yang sempurna. Tidak diragukan lagi, Allah, yang Mahakuasa, yang membuat keterpaduan ini dan menciptakan sistem komunikasi sempurna ini di dalam tubuh manusia.
PENJAGA YANG WASPADA: MEMBRAN SEL
Bayangkanlah sebuah gedung yang diberi tindakan keamanan sangat ketat; tidak boleh ada hal-hal berbahaya masuk ke dalamnya, pengendalian yang luar biasa diterapkan sehingga pendatang-baru hanya boleh masuk apabila telah diperiksa. Namun, anggaplah bahwa gedung ini menjalankan berbagai fungsi ini sendirian. Anggaplah gedung ini bertindak seperti makhluk hidup tanpa ada campur tangan atau bantuan. Dengan teknologi masa kini, sudah dapat dibuat sebuah gedung yang mampu bertindak sebagai suatu makhluk yang punya kesadaran, dengan kata lain, mampu menjalankan pengendalian keamanan dengan bantuan komputer dan mampu melakukan pemeriksaan identitas. Lalu bagaimana tanggapan Anda bila kami beri tahu bahwa sistem yang seperti itu sebenarnya telah ada di suatu tempat yang berukuran hanya satu per seratus ribu milimeter? Dengan teknologi masa kini pun, prestasi seperti ini jelas masih berada di luar jangkauan kita. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sistem sedemikian tidak ada di mana pun di seluruh penjuru bumi.

Sistem yang luar biasa ini, yang dalam benak Anda seolah mustahil saat Anda mula-mula mendengarnya, telah ada sejak sistem ini pertama kali muncul. Sistem seperti itu sudah ada di dalam setiap membran (selaput pembungkus) sel yang berjumlah sekitar 100 triliun, yang menyusun tubuh manusia.


Selaput sel memiliki kemampuan seperti membuat keputusan, mengingat, dan menghitung, yang merupakan sebagian sifat dasar manusia. Selaput sel menjaga hubungan dengan sel yang bersebelahan dan juga mengendalikan lalu-lintas aliran zat yang masuk dan keluar sel dengan amat peka.


Karena kemampuan pengambilan keputusan yang hebat, ingatannya dan kebijaksanaan yang ditunjukkannya, membran sel dianggap sebagai otak dari sel. Namun, membran sel ini begitu tipis sehingga hanya dapat dikenali dengan menggunakan mikroskop elektron. Membran ini tampak seperti dinding dua-sisi. Dinding ini dilengkapi dengan pintu gerbang sebagai jalan masuk dan keluar, serta dengan reseptor (alat penerima) yang memungkinkan selaput sel mengenali keadaan di luar sel. Semua ini terletak pada dinding sel dan mengendalikan semua aliran keluar-masuk sel dengan hati-hati.


Tugas utama selaput sel adalah untuk menjaga agar organel (bagian-bagian di dalam sel) tidak terpisah-pisah, dengan cara membungkus semua bagian sel tersebut. Selain itu, melalui selaput ini pula masuk zat-zat yang diperlukan dari luar, yang memungkinkan semua organel itu berfungsi dengan baik. Dalam mempertukarkan zat, selaput sel bertindak sangat ekonomis, tidak membiarkan pertukaran zat melebihi jumlah yang diperlukan. Selaput dapat dengan seketika mengenali bahan buangan yang berbahaya dan segera membuangnya. Peran selaput sel sangatlah penting; tidak boleh ada sedikit kekeliruan pun pada selaput ini, karena setiap kekeliruan atau cacat akan menyebabkan kematian sel.


Nyatalah bahwa tindakan cerdas seperti ini dan pengambilan keputusan dengan sadar oleh selaput sel, suatu lapisan yang tersusun dari molekul lemak dan protein, tidak timbul dari dirinya sendiri. Setiap orang yang memiliki kebijaksanaan dan kesadaran dapat dengan mudah melihat bahwa sistem seperti ini tidak dapat muncul secara kebetulan. Baik sel maupun selaput yang membungkusnya telah diciptakan oleh Allah, pemilik sumber pengetahuan tertinggi. Dan mereka menjalani perintah yang telah ditentukan bagi mereka oleh Allah, Yang telah menciptakan mereka dengan sempurna.
PUSAT PENYIMPANAN DATA BERUKURAN MUNGIL: DNA
DNA adalah basis data tubuh manusia. Perhatikanlah orang-orang di sekitar Anda dan cobalah berpikir sejenak tentang ciri-ciri macam apa saja yang mereka miliki. Sebenarnya, warna mata, tinggi tubuh, warna dan jenis rambut, suara, dan warna kulit mereka serta seluruh data yang sejenisnya direkam di dalam DNA mereka. Basis data ini mengandung segala jenis informasi tentang struktur dan kebutuhan sel tempat DNA itu berada maupun semua sel lainnya di dalam tubuh. Bila kita membandingkan tubuh manusia dengan sebuah struktur, kita akan menemukan cetak-biru yang lengkap dari tubuh, termasuk setiap sifat dan setiap detil, tidak terkecuali yang terkecil sekali pun, dalam nukleus (inti) setiap sel, yaitu di dalam DNA.

DNA berada di tempat yang amat terlindung dalam inti di pusat sel. Bila seseorang ingat bahwa garis tengah rata-rata sel adalah satu per seratus milimeter, dia akan sadar betapa kecilnya wilayah yang sedang dibicarakan. Molekul yang ajaib ini merupakan bukti nyata akan kesempurnaan dan kemegahan cita rasa seni Allah dalam penciptaan.


Informasi yang dikandung di dalam DNA tidak hanya menentukan ciri-ciri fisik tetapi juga mengendalikan beribu sistem dan proses yang berbeda-beda di dalam sel dan tubuh. Tekanan darah yang rendah atau tinggi, misalnya, bergantung pada informasi yang terkandung di dalam DNA.


Para ilmuwan sudah mengembangkan berbagai teori untuk menekankan jumlah informasi yang terkandung di dalam struktur genetis seorang manusia. Informasi di dalam DNA begitu melimpah, sehingga bila buku-buku yang berisi informasi ini ditumpukkan, tumpukan buku akan mencapai ketinggian sampai 70 meter (230 kaki). Para ilmuwan juga telah menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetik peta gen seorang manusia dan mereka menyimpulkan bahwa seseorang yang mengetik 60 kata per menit dan bekerja 8 jam sehari akan memerlukan waktu setengah abad penuh untuk menyelesaikan tugas besar ini. Mereka juga menyatakan bahwa hampir 200 buku telepon, masing-masing setebal 500 halaman, dapat disetarakan dengan informasi yang terkandung di dalam DNA.


Rantai yang tersusun dari atom yang berbaris berdampingan, yang masing-masing bergaris tengah sepersejuta milimeter ini, menyimpan informasi dan memori dalam jumlah yang sangat besar sehingga dapat digunakan makhluk hidup untuk menjalankan seluruh fungsi kehidupannya. Ini adalah bukti penciptaan. Dengan informasi yang diletakkan-Nya di dalam DNA, Allah sekali lagi menghadirkan kekuatan-Nya yang tidak terbatas dan fakta bahwa Dia tidak punya sekutu di dalam mencipta. Pengetahuan Allah yang tidak terbatas dinyatakan dengan perbandingan sebagai berikut di dalam sebuah ayat:
Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al Kahfi, 18: 109)
MOLEKUL: SUMBER CITA-RASA DAN KEINDAHAN
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampuan lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl, 16: 18)
Berbagai zat atau bahan tampak berbeda dan memiliki ciri yang berlainan walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat benda-benda di sekitar Anda berbeda? Apa yang membuat benda berbeda-beda dalam warna, bentuk, bau, dan rasa dan apa yang menjadikannya lembut atau keras? Penyebab semua perbedaan ini adalah karena atom-atom membentuk ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul.

Setelah atom, yang merupakan tahap pertama dalam penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu atau lebih atom, tetapi sebagian lainnya mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk secara berlainan. Kita dapat melihat ini dengan mengambil contoh dari indra pengecap dan penciuman kita.


Sebenarnya, konsep seperti “rasa” dan “bau” adalah tidak lebih dari persepsi (pencerapan) alat pancaindra kita terhadap molekul-molekul yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga, semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap, salah satu contohnya dapat kita lihat pada gambar dalam kotak kecil di halaman sebelah kanan. Atom menyusun benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi?


Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila dan wangi bunga tulip menembus reseptor yang berupa rambut-rambut kecil di wilayah hidung yang disebut epithelium dan berinteraksi (saling mempengaruhi) dengan reseptor ini. Interaksi ini dirasakan sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Ini berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul yang sampai ke reseptor pada semua indra kita diterima sebagai sinyal kimiawi oleh otak kita.


Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan bau diterima oleh indra kita dan bagaimana cara terbentuknya. Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya berbau lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan.


Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar bagi ummat manusia. Namun, beratus-ratus jenis buah dan sayur-mayur yang lezat, dengan bau-bauan yang menggiurkan, dan beribu jenis bunga dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua timbul dari dalam tanah. Semuanya menambahkan keindahan yang jelas pada dunia kita selaku produk seni yang menakjubkan.


Dari sudut pandang ini, warna dan bau, seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maharamah dan Magaagung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketidakhadiran dua indra perasa ini cukup untuk menjadikan kehidupan manusia terasa hambar. Sebagai balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah harus berusaha untuk menjadi abdi Allah, Yang meliputi manusia dengan pengetahuan-Nya.
KEKUATAN TERSEMBUNYI DALAM STRUKTUR ATOM
Udara, air, pegunungan, hewan, tumbuhan, tubuh kita, kursi tempat Anda duduk, pendeknya, segala sesuatu, dari benda yang paling kecil sampai yang paling besar yang Anda lihat, sentuh, dan rasakan, terbuat dari atom. Tangan Anda maupun buku yang Anda pegang ini terbuat dari atom. Atom adalah partikel yang sedemikian kecilnya sehingga mustahil kita bisa melihat salah satu saja dari atom walaupun sudah menggunakan mikroskop yang paling kuat. Garis tengah sebuah atom tunggal adalah satu per sejuta milimeter.

Seseorang tidak mungkin melihat ukuran yang luar biasa kecil ini. Karenanya, marilah kita mencoba memahaminya dengan menggunakan contoh. Anggaplah Anda memegang kunci di tangan Anda. Tidak diragukan lagi, Anda tidak mungkin melihat atom penyusun kunci ini. Agar dapat melihat atom tersebut, mari kita anggap ukuran kunci ini sama dengan ukuran bumi. Saat kunci menjadi sebesar bumi, maka setiap atom di dalam kunci adalah seukuran buah anggur, jadi barulah kita dapat melihatnya.45

Lalu, apa yang berada dalam struktur yang sangat kecil ini? Walaupun berukuran kecil, di dalam atom terdapat sistem rumit yang khas dan sempurna. Setiap atom terdiri dari sebuah inti di pusat dan elektron yang mengitari inti pada jalur lintasan (orbi)t yang sangat jauh. Inti atom terletak di pusat atom dan mengandung proton dan netron dalam jumlah tertentu, tergantung dari sifat atau karakteristik atom.


Jari-jari inti atom adalah sekitar sepersepuluh ribu jari-jari atom. Sekarang, mari kita selidiki nukleus dari atom berukuran-buah anggur saat kita memperbesar kunci menjadi seukuran bola bumi ini sebagaimana telah disebutkan tadi. Namun penyelidikan ini sia-sia karena pada ukuran ini pun jelas tidak mungkin kita mengamati nukleus, yang masih luar biasa kecilnya. Agar kita dapat melihat nukleus, buah anggur yang melambangkan atom harus diperbesar sekali lagi sehingga menjadi bola raksasa yang bergaris tengah 200 meter (656 kaki). Walaupun ukuran bola sudah sangat luar biasa, nukleus atom tidak akan lebih besar daripada sebutir debu.46

Namun, cukup menakjubkan bahwa, walaupun volume nukleus hanya sekitar sepersepuluh miliar volume atom, massanya mencapai 99,5% massa atom. Tetapi bagaimana bisa, sesuatu, di satu sisi, memiliki hampir seluruh massa benda, sementara, di sisi lain, hanya sedikit sekali mengisi ruang benda tersebut? Alasannya adalah massa jenis (densitas) atom, yang menyusun massanya, terpusat dalam nukleus atom. Ini dapat terjadi karena adanya gaya yang disebut gaya nuklir yang kuat. Dengan adanya gaya ini, nukleus atom tetap bersatu tanpa terpencar.


Hal-hal yang sudah kita uraikan sejauh ini hanyalah sekelumit perincian tentang sistem sempurna yang terdapat di dalam sebuah atom. Sebenarnya, sebuah atom berisi struktur yang amat luas yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. Namun, sedikit perincian yang kita sebutkan di sini saja sudah cukup bagi kita untuk melihat penciptaan atom yang menakjubkan dan kenyataan bahwa Allah adalah pencipta semua ini.
KESEIMBANGAN ANTARA PROTON DAN NETRON
Kita perlu meninjau lebih jauh ke perincian tentang struktur sempurna yang berada di dalam sebuah atom. Seperti yang Anda ketahui, elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua netron bermuatan positif (+). Muatan positif (+) dari inti atom menarik elektron kepadanya. Karena alasan ini, elektron tidak meninggalkan inti, meskipun ada gaya sentrifugal yang terjadi akibat kecepatan elektron.

Atom memiliki elektron di bagian luarnya dan proton dalam jumlah sama di bagian pusatnya. Maka, muatan listrik atom berada dalam keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih besar daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara kedua partikel ini adalah seperti perbedaan antara manusia dengan sebutir kacang kenari. Walaupun demikian, muatan listrik total keduanya tetap sama besar. Apa yang akan terjadi jika muatan listrik proton dan elektron tidak sama besar?


Dalam hal ini, semua atom di alam semesta, karena ada kelebihan muatan listrik positif (+) di dalam proton, akan menjadi bermuatan positif (+). Sebagai akibatnya, semua atom akan saling bertolakan satu sama lain. Apa yang akan terjadi jika situasi seperti ini berlangsung? Apa yang akan terjadi jika semua atom di alam semesta saling bertolakan?


Hal yang akan terjadi adalah sangat tidak lazim. Begitu terjadi perubahan seperti itu di dalam atom, tangan Anda yang saat ini sedang memegang buku, begitu pula lengan Anda, akan hancur berantakan. Tidak hanya tangan dan lengan, tetapi juga tubuh, kaki, kepala, gigi Anda, singkatnya setiap bagian tubuh Anda akan terpisah-pisah saat itu juga. Ruangan yang Anda tempati, pemandangan di luar yang terlihat dari jendela juga akan berantakan. Semua laut di bumi, gunung-gunung, semua planet di dalam tata surya dan semua benda-benda langit di jagat raya akan musnah, hancur secara serempak. Tidak ada satu benda pun yang akan tersisa.


Peristiwa seperti ini dapat terjadi jika keseimbangan antara muatan listrik elektron dan proton berbeda sekecil satu per 100 miliar.47 Perusakan seluruh alam semesta akan terjadi bila ada penyimpangan satu per 100 miliar dari keseimbangan ini. Dengan kata lain, keberadaan dunia dan semua makhluk hidupnya hanya mungkin terjadi dengan adanya keseimbangan yang teramat sangat halus dan teliti ini. (Untuk informasi lebih lanjut, lihatlah The Creation of the Universe oleh Harun Yahya, Al-Attique Publications, 2001)

Kebenaran yang diungkapkan dalam keseimbangan ini adalah alam semesta tidak terjadi secara tidak sengaja tetapi sebenarnya direncanakan untuk alasan yang jelas. Satu-satunya kekuatan Yang telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan, dan kemudian merancang dan menyusun alam semesta ini seperti yang diinginkan-Nya, jelas adalah Allah, Tuhan dari seluruh alam, dengan ungkapan di dalam Al Qur’an. Seperti yang dinyatakan di dalam Al Qur’an:
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya” (QS. An Naazi’aat, 79: 27-28)

Kamis, 14 Oktober 2010

AKIBAT RATAPAN SEORANG IBU

AKIBAT RATAPAN SEORANG IBU
Pada suatu malam Jum’at aku berada di suatu pekuburan. Aku tertidur di sana. Dalam tidurku aku bermimpi melihat sebuah kuburan yang membelah. Lalu, keluarlah beberapa orang yang telah mati. Mereka duduk melingkar. Tiba-tiba jatuhlah sebuah talam yang tertutup. Di antara mayat-mayat itu ada anak muda yang disiksa dengan berbagai jenis siksa.
Aku mendekati pemuda itu dan berkata, “Hai anak muda! Ada apa denganmu? Mengapa engkau disiksa sementara kaummu tidak?”
Dia menjawab, “Hai Shalih! Demi Allah, engkau harus menyampaikan apa yang aku perintahkan dan amanahkan kepadamu! Bantulah keterasinganku! Mudah-mudahan Allah menjadikan jalan keluar bagiku dari siksa ini melaluimu.
Ketika meninggal, aku mempunyai seorang ibu. Ibuku mengumpulkan beberapa orang untuk meratapiku. Setiap hari mereka meratapiku. Akibat ratapan itulah aku disiksa api dari kanan dan kiri, dari depan dan dari belakang. Ratapan mereka membuatku mendapat keburukan ini. Mudah-mudahan Allah tidak memberikan kebaikan kepadanya.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, pemuda itu menangis. Aku ikut menangis pula.
Lalu ia berkata lagi kepadaku, “Hai Shalih! Tolong engkau temui ibuku.” (Pemuda itu memberi tahu daerah tinggal ibunya)
“Lalu katakan olehmu padanya; Mengapa engkau menyiksa anakmu yang engkau lindungi dari berbagai bahaya?? Mengapa engkau menjerumuskanku ke dalam siksa?? Wahai ibu!! Jika engkau melihatku, sementara berbagai belenggu berada di atas pundakku, rantai mengikat membelit kakiku, dan malaikat menyiksa memukuliku dan menghardikku, engkau akan merasa kasihan kepadaku. Apabila engkau tidak menghentikan perbuatanmu, meratapiku, aku akan mendakwamu pada Hari Penghisaban.”
Aku terbangun kaget aku termenung di tempatku dalam keadaan bingung hingga fajar.
Ketika waktu subuh tiba, aku masuk ke sebuah kampung. Aku tidak punya tekad apapun kecuali mendatangi daerah tempat tinggal ibu anak muda tadi. Aku mendapat kabar dari penduduk kampung tentang sang ibu itu. Aku segera datang ke tempat yang di tunjukkan oleh orang kampung. Ternyata, pintu rumah si ibu itu terbuka. Suara orang-orang meratap terdengar dari dalam.
Aku mengetuk pintu, tampak seorang ibu dengan mengenakan baju hitam. Sementara itu, mukanya tampak hitam akibat banyak menangis dan dipukuli oleh tangannya sendiri.
Dia berkata kepadaku, “Siapakah engkau??”
Aku berkata, “Aku Shalih al-Marri. Pada suatu malam aku menemukan kejadian begini dan begini…” (ia menceritakan kejadian yang dialaminya)
Ketika mendengar apa yang aku katakan, dia pingsan dan tersungkur ke tanah. Ketika sadar ia menangis keras.
Dia berkata, “Duhai anakku! Jika mengetahui akan seperti itu keadaanmu akibat ulahku, aku tidak akan melakukan perbuatan seperti itu. Sekarang aku bertobat dari perbuatan ini.”
Setelah mengucapkan perkataan itu, si ibu masuk ke dalam dan perempuan-perempuan yang ikut meratap dibubarkan. Dia mengganti baju yang tadi ia pakai. Lalu, ia mengeluarkan sebuah kantung kecil yang di dalamnya berisi uang dirham yang sangat banyak.
Dia berkata, “Wahai Shalih! Tolong engkau sedekahkan uang ini atas nama anakku.”
Setelah itu aku berpamitan kepadanya dan mendoakan kebaikannya. Aku pergi untuk menyedekahkan uang tersebut.
Ketika malam Jum’at berikutnya tiba, aku mendatangi lagi perkuburan tersebut. Dan aku tertidur lagi di sana. Dalam tidur itu aku bermimpi melihat ahli kubur keluar dan melingkar. Tiba-tiba sebuah talam meluncur dari atas. Pemuda itu tertawa dan tampak bahagia. Ketika melihatku, dia menghampiriku dan berkata, “Hai Shalih! Semoga Allah membalas kebaikanmu. Allah telah meringankan siksaku. Hal itu disebabkan oleh ibuku sudah tidak meratapiku. Dan apa yang disedekahkannya sampai kepadaku.”
Aku bertanya tentang talam yang turun kepada mereka. Pemuda itu menjawab, “Talam itu adalah hadiah dari orang-orang yang hidup kepada orang yang telah meninggal. Ia berupa sedekah, bacaan dan doa. Sekarang engkau kembali kepada ibuku dan ucapkan salam dariku serta sampaikan semoga Allah membalas kebaikan kepadanya.
Hukum meratapi orang meninggal :
Rasulullah bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang menampar pipi dan merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliah.” (HR. Bukhari)
Zainab binti Abu Salamah meriwayatkan dari Ummu Habibah isteri Nabi s.a.w. ketika ayahnya, Abu Sufyan meninggal dunia. Dia juga meriwayatkan dari Zainab binti Jahsy ketika saudaranya yang laki-laki meninggal dunia. Kedua isteri Nabi ini tidak memakai uangi-uangian, kemudian ia berkata: “Demi Allah, saya tidak lagi memerlukan uangi-uangian, namun saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak halal seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkabung karena kematian, lebih dari tiga malam, kecuali atas kematian suami, maka harus berkabung empat bulan sepuluh hari.” (Riwayat Bukhari)
Berkabungnya isteri karena meninggalnya suami adalah wajib yang sama sekali tidak boleh diabaikannya, sebab ada satu riwayat sebagai berikut:
“Telah datang seorang perempuan kepada Nabi s.a.w. kemudian ia berkata: sesungguhnya anak perempuanku ditinggal mati oleh suaminya dan matanya menjadi bengkak (karena menangis), apakah boleh saya suruh dia memakai celak? Maka jawab Rasulullah: Tidak! Dua kali atau tiga kali, tiap kali ditanya selalu menjawab tidak.” (HR. Bukhari dari Ummu Habibah)
Lalu Riwayat pada zaman Umar bin Khattab :
Diriwayatkan, bahwa Umar Ibnul-khattab pernah mendengar sementara perempuan menangis karena kematian Khalid bin al-Walid, kemudian ada sementara orang laki-laki yang hendak melarangnya, maka kepada si laki-laki tersebut, Umar berkata: “Biarkanlah dia menangis karena kematian Abu Sulaiman ini (Khalid bin Walid), selama tangisnya itu tidak menabur-naburkan debu di atas kepalanya dan tidak teriak-teriak.“

Senin, 11 Oktober 2010

''LAPIS NAE'' ISTRIKU

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar?

Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.

“Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

*******

Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”

Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.

“Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

Hamil muda?!?! Subhanallah … Alhamdulillah…

********

Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.
“Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.
“Lho, kok bilang gitu…?” selaku.
“Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.

“Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

*******

Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.

Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.

“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.

“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”

Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!

“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.

“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.
“Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

******

Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.

Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatian kecilku?

Sumber : NN
my inspiration

Teladan dari Remaja London

Tauladan Remaja London
10 0ktober

1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat.

Mejelang Ramadhan tahun ini ada kabar baik dari London-Inggris tentang kehidupan sekelompok remaja Muslim yang tergabung dalam The South Wimbledon Muslim Girls Youth Group . Yang menarik dari kelompok ini adalah soal rencana mereka untuk mengadakan roadshow Ramadhan di beberapa pusat kota seperti Morde Road dan Wimbledon. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada public tentang bulan Ramadhan. Demikian berita menarik ini di muat harian Republika hari ini.

Ini merupakan kabar baik dan sekaligus dapat ditiru para remaja Muslim di tanah air. Banyak sekali kegiatan positif yang bisa dilakukan dalam rangka menyambut Ramadhan. Misalnya ya seperti yang dilakukan para remaja di London itu. Mereka memperkenalkan Ramadhan tidak saja tentang keharusan melaksanakan puasa dan manfaatnya, bahkan mereka juga memperkenalkan masakan khas Ramadhan dan bidang-bidang kesenian dalam Islam termasuk seni lukis. Adapun untuk mendanai kegiatannya, mereka menggandeng Dewan Kota setempat sebagai sponsornya.
Kegiatan tersebut tentu lebih bermakna ketimbang harus merazia tempat-tempat hiburan, restoran, hingga warung-warung kecil agar mereka tidak melakukan aktifitas selama Ramadhan, terutama di siang hari. Meskipun kegiatan ini bertujuan untuk menghormati bulan Ramadhan, tidakkah sebaiknya kita juga menghormati mereka yang melakukan kegiatannya sendiri, apalagi kalau mereka itu non Muslim, tentu saja mereka tetap harus bergerak mencari nafkah termasuk dengan cara tetap membuka restoran atau warung makan mereka. Terutama bagi usaha warung-warung kecil, bagaimana mungkin kita melarang mereka berjualan, sedangkan itu merupakan satu-satunya sumber nafkah untuk keluarganya. Ada baiknya kalau mereka tetap dibiarkan menjalankan usahanya, toh tidak semua orang itu harus berpuasa di bulan Ramadhan ini, termasuk umat Islam sendiri karena sedang ada uzur ( bagi kaum perempuan yang sedang menstruasi, misalnya ) atau sebab-sebab lain.
Sudah saatnya umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah puasanya, termasuk tidak tergoda dengan orang lain yang menikmati makan-minumnya di siang hari. Biarkan saja mereka begitu. Toh mereka bukan Muslim atau kalaupun Muslim toh mereka sedang ada uzur. Jadi tak usah cengeng lah kita yang sedang puasa dengan cara meminta-minta orang lain agar ikutan tidak makan-minum di siang hari, apalagi sampai juga melarang mereka untuk menjalankan bisnis halalnya.

AGER TA PADA SEMANGAT

2 motivasi


orang yang berilmu sering diam dari berkata-kata yag tidak berfaedah, sedangkan orang tidak berilmu berbicara tanpa fakta dan hanya menampakkan kebodohannya sediri.

adalaka kita perlu sombong pada manusia yang sombong, dan adakalanya kita perlu mengalah biarpun kita yang benar. kebenaran akan terserlah melalui kejujura setiap tindakan.

ilmu dan amal bagaikan jiwa yang bersatu, tercicir salah satu ibarat busur tanpa anak panah. begitulah hubungan kekeluargaan, air dicincang takkan putus.

teman itu adalah penasihat pada segala kebaikan dan keburukan. meletakkan kepentingan dan hidup orang lain melebihi diri sediri..(",)

kopi tanpa gula sangat pahit, begitulah kebenaran. namun segala kepahitan mengajar kita menerima sesuatu perkara dengan lebih terbuka, menempuh cabaran dan rintangan tanpa mengalah.


Curahan Hati Seorang Hamba: Dialog Antara Mata Dan Hati

Renungan seorang hamba


Andai mereka semua sedar
Hidup adalah perjalanan Qada dan Qadar
Meneylusuri scenario yang Allah tentukan
Untuk jalani erti sebuah kehidupan

Rabbi..
kenapa mereka seakan terlupa
Akan makna hidup yang sebenarnya
Sakit menyakiti, luka melukai seakan terbiasa
Dan mereka terbuai dan terpesona dengan tipu dunia yang ada

Rabbi..
ku merenung seorang diri dan..
Ku menghitung berapa ramai manusia yang mengingkari dan..
Betapa sedikitnya manusia yang memberi erti
Yang sedar dirinya akan mengadap Ilahi Rabbi
Bangun wahai jiwa yang terlena
Sebelum penyesalan diri terhanyut bencana
Bahagia dunia hanyalah fatamorgana.