This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 07 Agustus 2012

Bangunan tertinggi di NTB, Islamic Center 'Menara 99' mulai dibangun

Bilal

Selasa, 7 Agustus 2012 20:16:25
MATARAM (Arrahmah.com) - Menara setinggi 99 meter atau minaret pada masjid akbar berkapasitas belasan ribu orang, di lokasi pembangunan "Islamic Center" di jantung Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dibangun.
Peresmian dimulai pembangunan (groundbreaking) minaret itu dilakukan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan Presiden Direktur (Presdir) PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) Martiono Hadiyanto, di lokasi pembangunan, Senin sore (6/8) seperti dilansir Antaranews.
Sejumlah tokoh agama Islam, hadir dalam acara tersebut guna menyaksikan "groundbreaking" pembangunan Minaret Masjid Akbar "Islamic Center" itu.
Pembangunan menara 99 itu dibiayai dari dana tanggung jawab sosial (CSR) Perusahaan tambang emas dan tembaga PTNNT.

Kebenaran Islam tentang jantung manusia yang ditulis oleh al-Qur'an

Saif Al Battar

(Arrahmah.com) - Paper itu ditulis oleh Marios Loukas, Yousuf Saad, Shane Tubbs dan Mohamadali Shoja. Penulis pertama, Marios Loukas adalah seorang Profesor di St. George University dengan bidang riset seputar jantung, teknik dan anatomi pembedahan, arteriogenesis hingga pendidikan medis.
Pencarian dengan menggunakan portal ISIWeb Knowledge menyebutkan sekitar 280 paper ilmiah yang pernah ditulis oleh Marios Loukas di bidang jantung. Ini menunjukkan kredibilitas beliau sebagai pakar yang berkompeten untuk berbicara soal jantung, termasuk tulisannya yang membicarakan jantung di dalam Al Quran dan Hadits.
International Journal of Cardiology itu sendiri termasuk jurnal ternama di bidang jantung. Nilai Impact factor jurnaltersebut sekitar 3. Paper yang diterbitkan itu dapat dilihat di http://www.internationaljournalofcar...566-X/abstract

Kamis, 02 Agustus 2012

Remaja Muslim di Ambang Kehancuran?

Yup, Di tengah-tengah desingan mesiu serangan budaya barat yang rusak, sedikit banyaknya kehidupan sekularisme saat ini telah menciptakan generasi muda yang menyedihkan. Kerusakan moral, pergaulan bebas, narkoba, tawuran, hingga lupa ajaran Islam dan merasa asing dengan agamanya sendiri. Sungguh-sungguh sangat menyedihkan dan pilu melihatnya.

Ini tak terlepas dari pendidikan yang memandang sebelah mata kepada proses pribadi para pelajar. Pendidikan sekularisme telah menjadikan anak-anak muslim sebatas manusia yang kenal materi dan haus kepada kepribadian yang sesungguhnya. Bagaimana hal tersebut tidak terjadi, ketika porsi pelajaran agama di sekolah hanya 2 jam per minggu. Ini tentu sangat tidak cukup sekali. Padahal setiap hari mereka didik oleh budaya barat yang rusak melalui media televisi atau media sosial yang rusak.

Keluarga muslim, benar-benar telah dihancurkan. Taroh saja, acara televisi semacam MamaMia, sang ibu berkerudung, tapi sang anak dengan lenggak lenggok mengumbar aurat. Sang Ibu merasa bangga saat anaknya manggung, tak merasa sedikitpun rasa dosa membiarkan anaknya dalam jurang kemungkaran. Begitu juga, acara acara idola-idola cilik, sejak dini si anak sudah diarahkan untuk menjadi idola semu yang jauh dari nilai-nilai ruhiyyah. Alih-alih mereka bangga karena sudah dapat membaca al-Quran, melainkan yang mereka banggakan punya anak pintar nyanyi dan berjoget. Miris, kan?

Apa itu semua kita biarkan begitu saja? Tentu tidak! Di tengah-tengah generasi kelabu tersebut, haruslah ada mutiara-mutiara yang akan menyelamatkan mereka. Akan menjadi cahaya bagi mereka. Siapakah mereka???

Lalu, kepada siapa kita berharap? Masihkah ada kepedulian dari mereka yang memiliki hati dan kerinduan pada kehidupan Islam? Apa selanjutnya? [sumber: 7cg-indonesia/syabab.com]

Senin, 09 Juli 2012

Curhat ama Allah,aja!


Tidak bisa dipungkiri, makhluk yang namanya manusia pasti pernah mengeluh. Disadari atau tidak, mengeluh seperti sudah menjadi bagian dari hidup. Hanya saja, frekuensi dan kualitas keluhannya yang membedakan antara satu personal dengan personal lainnya.
Biasanya perbedaan ini terkait dengan tingkat pemahaman dan cara pandang seseorang tentang suatu masalah yang sedang ia hadapi. Sabar, ikhlas dan seberapa besar keinginan untuk mengubah sebuah keadaan menjadi lebih baik, biasanya akan meminimalisir keluhan.
Sebaliknya, sikap apriori, pesimis dan berburuk sangka terhadap kejadian yang sedang menimpa secara otomatis akan memunculkan keluhan-keluhan yang alih-alih mendapatkan penyelesaian, malah akan menambah ruwet dan bisa jadi menambah masalah baru.
Mengeluh sejatinya perwujudan dari rasa tidak puas, tidak ikhlas menerima sebuah ketentuan yang terjadi, baik dari segi materi dan non materi. Ketika sakit berkeluh kesah, macet mengumpat, banjir atau kekeringan mengkambing hitamkan orang lain. Atau ketika ditimpa musibah menghardik Tuhan tidak adil, gaji kecil, belum punya rumah dan kendaraan pribadi acap menyalahkan suami (bagi para istri) atau anak-anak nakal dan bermasalah tidak jarang meyalahkan istri (bagi para suami).
Ya, sebagian contoh kecil tersebut adalah manifestasi dari rasa tidak puas. Belum lagi kita saksikan fenomena di negeri yang kita cintai ini. Berita di televisi mayoritas menyuguhkan tentang aksi demo dan kekerasan, kerusuhan dimana-mana, tindak kriminal, penyalahgunaan kekuasaan, korupsi-kolusi dan nepotisme dan banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan pada satu hal : ketidakpuasan! Sebuah potret masyarakat yang diwarnai dengan berbagai keluhan

Sabtu, 30 Juni 2012

Para Artis Ikut Aksi “Indonesia Tanpa Liberal”




Sabtu, 10 Maret 2012

Hidayatullah – Aksi Damai “Indonesia Tanpa Liberal” bertambah menarik dengan hadirnya artis-artis yang turut mendukung gerakan ini. Di antaranya adalah Fauzi Baadillah, Fauzi seorang artis, model iklan, model video klip dan pemain film. Pria yang pernah membintangi film layar lebar “Mengejar Matahari” tahun 2004 ini ikut didaulat menyampaikan orasi.

”Gue tahu gue emang bukan Muslim yang baik, gue juga ngak mau sok suci. Tapi saya adalah Muslim yang menolak semua pemikiran JIL!,” ujarnya disambut takbir.

Gemuruh takbir peserta aksi semakin membakar semangat dengan hadirnya Muhammad Hariadi Nasution atau biasa dipanggil Ombat. Ombat yang juga direktur dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini memiliki latar belakang seorang musisi. Dikenal juga sebagai vokalis sebuah band beraliran keras bernama Tengkorak. Ombat termasuk yang aktif berdakwah dikalangan komunitas Underground.

“Jangan mau terprovokasi budaya liberal, mereka sangat sesat. Mereka adalah fitnah bagi agama ini,” teriak pendiri komunitas Salam Satu Jari (One Finger Underground Movement) yang laman Facebook-nya sudah mencapai 16.781 anggota ini.

Ombat menjelaskan bahwa generasi muda juga harus dilibatkan dalam setiap permasalahan umat, agar mereka juga tidak menjadi jauh dari ulama mereka.

”Setiap kita harus saling membuka diri, baik yang muda maupun yang tua agar kita yang muda muda ini juga bisa melek bukan cuma ilmu agama tapi disetiap masalah umat ini, yang tua juga jangan eksklusif tapi juga mau merangkul yang muda.”

Ombat berharap maintenance terhadap isu perlawanan liberal ini tidak berhenti pada aksi hari Jumat, (09/03/2012) ini, tapi bisa terus digulirkan.

“Ini adalah pukulan keras untuk gerakan liberal. dan kita harus terus membangun komunikasi. Generasi muda Islam dari berbagai elemen harus dilibatkan, walau hanya melakukan kontra-opini lewat Twitter. Ilmu agama gue juga ngak bagus-bagus amat kok, tapi gue juga perduli sama agama ini, gue ngak mau tinggal diam ketika agama gue di fitnah dengan ide ide liberal,” jelas lelaki yang menguasi berbagai macam ilmu beladiri ini.

Ombat berpesan kepada para generasi muda Islam agar pelan pelan belajar Islam. Dan segera mengambil peran dalam gerakan dakwah dalam kapasitasnya masing – masing.

”Setiap kita harus bisa mengambil peran. Gue di dunia musik, gue bisa rangkul banyak teman teman dan komunitas gue di underground untuk pelan pelan belajar Islam. Yang bisa di parlemen yang berjuang di parlemen, yang bisa di Karang Taruna RT/RW-pun kalau itu bisa membuat umat sadar akan agamanya, yang gue paham seorang Muslim yang tidak berpikir untuk membela agamanya buat gue itu udah termasuk ciri orang munafik,” tambahnya.

Di luar akfitivitasnya sebagai seniman, Ombat juga sering memberikan bantuan advokasi kepada aktivis Islam yang terkena fitnah terorisme.*/thufail
Keterangan: Ombat sedang mengacungkan satu jarinya
Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar

PUNGGAWA FULHAM PILIH MASUK ISALM






Philippe Senderos. Foto: Harakahdaily
MANCHESTER - Punggawa Fulham, Philippe Senderos memilih memeluk Islam sebagai jalan hidupnya. Mantan pemain Arsenal itu membaca dua kalimat syahadat di pusat Kajian Islam, Islamic Center, di Kota Manchester, Inggris.

Sebagaimana dilansir Harakahdaily.net dalam beberapa waktu terakhir ini menggeluti pendidikan theologi yang meminati agama Islam, lebih sering menghabiskan waktunya mempelajari ajaran Islam.

Pemain Timnas Swiss itu menegaskan di luar sepak bola, dirinya sangat menikmati di saat-saat mempelajari ajaran Islam.

"Saya sangat berminat dengan ilmu-ilmu agama. Dan sudah banyak mempelajari ilmu-ilmu berbagai agama. Dan saya memutuskan memeluk Islam sebagai jalan hidup saya," jelasnya.

"Jika saya bukan pemai bola, boleh jadi saya sudah menjadi paderi," pungkasnya.(fuz/jpnn)

Sungai di Dalam Lautan


Subhanallah

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمُا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.