This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 Februari 2012

Ketika Anakku Bertanya "Bu, Siapa sih Marlyn Monroe ?"

 

Aisyah, anakku yang berusia 7 tahun mengalihkan pandangannya
pada jadwal pertandingan sepakbola di sebuah Koran. Tapi
tiba-tiba saja ia bertanya,
"Bu, siapa sih Marilyn Monroe itu?"
"Oooh... itu bintang film Amerika yang terkenal," jawabku
sekenanya.
Aku mengira jawaban itu sudah cukup untuk pertanyaan Aisyah.
Tapi ternyata tidak. Ia melanjutkan jawabanku itu dengan
pertanyaan lain yang membuatku cukup repot menjawabnya.
"Kalau bom seks itu maksudnya apa?" begitu tanya Aisyah.
Terus terang aku terkejut dengan pertanyaan itu. Aku diam
sejenak, lalu mengatakan,
"Itu wanita yang memamerkan kecantikannya. Mereka mengira
dengan begitu akan bisa terkenal, disanjung, dan mendapatkan
uang dengan cepat," kataku hati-hati.
"Wahh... pasti para ratu kecantikan itu cantik sekali
wajahnya ya Bu" katanya polos.
"Ya... katanya sih memang begitu," kataku apa
adanya.Lagi-lagi kukira dialog kami akan selesai di sini,
tapi ternyata tidak. Aisyah, putriku yang baru duduk di kelas
2 SD itu memang kritis. Ia pun melontarkan pertanyaan lagi
yang menjadikanku lebih serius menanggapi pertanyaannya.
"Kok ibu bilangnya pakai "katanya', memangnya Marilyn Monroe
sekarang sudah tua atau sudah tidak cantik lagi?"
"Bukan begitu, dia sekarang sudah meninggal... bunuh diri..."
begitu jawabku. Kupikir aku memang harus bisa menjelaskan
masalah ini dengan baik kepada putriku.
Setelah perkataanku itu, Aisyah meletakkan koran yang ada di
tangannya dan mendekatiku sambil mengatakan, "Kenapa bu? Kan
tadi ibu bilang ia orangnya cantik, kaya, terkenal. Kenapa
dia bunuh diri?"
Aku mencoba menenangkan diri dan menjawab pertanyaannya
perlahan. "Yah, ia memang cantik, terkenal dan kaya. Tapi itu
semua sama sekali tidak membuatnya bahagia," kataku sambil
menarik nafas. Kali ini aku sudah menduga kalau jawabanku itu
akan memancing pertanyaannya lagi. Justru sekarang aku yang
ingin agar dia kritis terhadap jawabanku tadi. Aku pun
bersiap mendengarkan pertanyaan berikutnya.
"Bagaimana mungkin bu, orang cantik, terkenal, kaya, tapi
tidak bahagia?" katanya. Pertanyaan itu yang memang kutunggu.
Aku menjawab, "Ya, karena hatinya kelaparan dan mentalnya
kering."
"Apa bu, hatinya kelaparan? Maksudnya bagaimana sih?"
tanyanya makin penasaran.
Aku terdiam sejenak, berfikir untuk bisa menjelaskan masalah
ini dengan tepat.
"Puteriku, manusia itu seperti yang diajarkan oleh agama kita
terdiri dari tubuh, pikiran dan hati. Agar seseorang bisa
hidup seimbang, bahagia, dan sehat, maka semuanya itu harus
diberi makanan. Makanan tubuh kita itu adalah nasi, buah atau
minuman. Pikiran kita makanannya adalah ilmu pengetahuan
seperti yang engkau pelajari di sekolah. Sedangkan
hati,makanannya adalah iman kepada Allah. Iman kepada adanya
Allah, iman dengan takdir-Nya, kasih sayang-Nya,
kekuasaan-Nya dan iman kepada hari akhirat. Sepanjang apapun
seseorang hidup, pasti akhirnya akan kembali kepada Allah
swt. Kita akan berhadapan dengan Allah dan mempertanggung
jawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah... Saat itu,
balasan yang kita terima hanya satu dari dua, surga atau
neraka. Dan Allah tak mungkin tidak adil terhadap hamba-Nya
..."
Anakku tampak serius sekali memperhatikan uraian tadi. Ia pun
terdiam, sepertinya berpikir. "Apakah Marilyn Monroe tidak
mengetahui hal itu sehingga ia bunuh diri?" katanya.
"Tidak tahu juga ya. Tapi umumnya orang yang bunuh diri itu
adalah karena putus asa dan kekecewaan yang sangat berat.
Putus asa seperti itu tidak dialami oleh seorang yang
beriman. Dalam surat Yusuf Allah swt berfirman, "Tidaklah
orang yang putus asa kepada rahmat Allah itu kecuali
orang-orang yang kafir..." Meskipun ia mengalami kesulitan,
penderitaan dan berbagai kesusahan, tapi orang beriman tetap
percaya pada kasih sayang Allah swt. Ia bisa melakukan
sholat, berdo'a, berdzikir, membaca al-Qur`an yang menjadikan
hatinya terang dan jiwanya segar kembali. Karena itulah
orang-orang beriman saja yang bisa hidup bahagia

pantun nasehat - pantun agama





jalan kelam di sangka terang
hati kelam di sangka suci
akal pendek banyak di pandang
janganlah hati di kunci
bunga mawar bunga melati
kalau di cium harum baunya
banyak cara menyembuhkan hati
baca alquran adalah obatnya
hati hati menyeberang
jangan sampai salah arah
hati hati di rantau orang
jangan sampai berbuat salah
anak ayam ada sepuluh
mati satu tinggal sembilan
carilah ilmu sungguh sungguh
supaya engkau tidak ketinggalan
pinang mudah gampang di belah
anak burung mati di ranggah
dari mudah sampai ke tuah
ajarin baik jangan di ubah
bunga binasa di atas kubur
puncuk sari pandan jawa
apa guna sifat takabur
rusak hati rusak jiwa
asam kadis asam gelugur
ketiga asam siriang riang
menangis mayat di dalam kubur
teringat tidak pernah sembayang
anak ayam jumlahnya sepuluh
mati satu tinggal sembilan
bangun pagi sembayang subuh
minta ampun kepada tuhan

Daun-daun berkata



Tuhan..
Mungkin aku tak seanggun bunga
Mungkin aku tak pandai menghibur
Menyegarkan atau menyenangkan manusia
Tapi aku menangkap matahari
Dengan izinMU ku tundukkan sinar teriknya
Yang tak bersahabat dengan musafir
Menjadi akrab menggetarkan khloropyl
Mempersembahkan makanan dan oksigen

Tuhan..
Seribu macam bangsa daun
Satu macam oksigen persembahannya
Melestarikan lingkungan bagi yang bernyawa
Seribu jenis makanan produksinya
Memenuhi seribu selera
Aku dibutuhkan dalam kehidupan ini
Tapi sering aku tak diberi arti
Ketika aku gugur ke bumi
Mereka semua tak perduli
Padahal Engkau yang Maha Tinngi
Mencatat dan menghargai

Tuhan..
Ketika aku sendiri
Seolah aku tak berarti
Ketika aku dalam kebersamaan
Terasa aku dibutuhkan
Chloropyl pemberianMu
pasti kujaga semampuku
Oksigen produksiku
Terimalah sebagai sembah sujudku
Makanan hasilku
Terimalah sebagai ibadahku
Keteduhan naunganku
Trimalah sebagai dzikirku..

Rabu, 22 Februari 2012

Fatwa Yusuf Qordowi bolehkan Maulid Nabi

Eramuslim.com>>Dr. Yusuf Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, membolehkan perayaan maulid Nabi Muhammad saw. Perayaan seperti itu dibolehkan guna megingat kembali sirah perjuangan Rasulullah saw, kepribadian Rasulullah saw yang agung, dan misi yang dibawanya dari Allah swt kepada alam semesta. Menurut Qaradhawi, perayaan Maulid Nabi saw tidak termasuk dalam kategori bid'ah.

Dalam fatwanya, Qaradhawi melandaskan pendapatnya dengan mengatakan bahwa memperingati kelahiran Rasulullah saw adalah mengingatkan umat Islam terhadap nikmat luar biasa kepada mereka. "Mengingat nikmat Allah adalah sesuatu yang disyariatkan, terpuji dan memang diperintahkan. Allah swt memerintahkan kita untuk mengingat nikmat Allah swt, " ujar Qaradhawi.

Namun demikian, Qaradhawi juga mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi saw jangan sampai dicampur dengan ragam kemungkaran dan penyimpangan syariat serta melakukan apa yang tidak diberikan kekuatan apapun oleh Allah swt.

"Menganggap peringatan Maulid adalah bid'ah dan semua bid'ah itu sesat dan tempatnya di neraka, itu tidak benar sama sekali. Yang kita tolak adalah mencampur peringatan itu dengan berbagai penyimpangan syariah Islam dan melakukan sesuatu yang tidak diberi kekuasaan apapun oleh Allah swt seperti yang terjadi di sebagian tempat, " kata Qaradhawi.

Fatwa Qaradhawi dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan sejumlah umat Islam yang menanyakan, "Apa hukumnya merayakan maulid Nabi saw dan perayaan Islam lainnya, seperti perayaan tahun baru hijriyah, isra mi'raj dan lainnya?" Maka, Qaradhawi menjawab antara lain bahwa, "Mengingat nikmat itu diperintahkan, terpuji dan memang dianjurkan. Mengingatkan umat Islam dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang di dalamnya terdapat pelajaran yang bermanfaat, bukan sesuatu yang tercela, dan tidak bisa disebut sebagai bid'ah atau kesesatan."

Ia menambahkan, "termasuk hak kami adalah mengingat sirah perjalanan Rasulullah saw dalam ragam peringatan. Ini bukan peringatan yang bid'ah. Karena kita mengingatkan manusia dengan sirah nabawiyah yang mengikatkan mereka dengan misi Muhammad saw. Ini adalah kenikmatan luar biasa. Adalah dahulu para sahabat radhiallahu anhum kerap mengingat Rasulullah saw dalam beragam kesempatan."

Di antara contohnya, Qaradhawi menyebutkan, perkataan shahabi Sa'd bin Abi Waqash radhallahu anhu, "Kami selalu mengingatkan anak-anak kami dengan peperangan yang dilakukan Rasulullah saw sebagaimana kami menjadikan mereka menghafal satu surat dalam Al-Quran." Ungkapan ini, menurut DR. Qaradhawi menjelaskan bahwa para sahabat kerap menceritakan apa yang terjadi dalam perang Badar, Uhud dan lainnya, kepada anak-anak mereka, termasuk peristiwa saat perang Khandaq dan Bai'atur Ridhwan."

Galery Foto

























Sumber: KOMPAS.com

Ilalang



padang ilalang menghampar
bagai gelaran permadni 
pucuknya tertiup angin,..melambai
itu tarian
itu tarian alam
 kala menjelang senja
coba kau pandangi,
perpaduan cahaya kuning keemasan..
alangkah indahnya.
Allah Maha Indah 
atas ciptaanNYA.
coba kau nikamti
dengan sentuhan hati
aroma Ilahi
di beranda bumi
rasa syukur 
menebar aroma wangi syurga.
 by_daygun